sejarah kota lama semarang filia 9a

 


                     Kota Lama Semarang merupakan salah satu destinasi populer yang banyak dikunjungi wisatawan ketika berkunjung ke Semarang. Menjadi salah satu kawasan cagar budaya, Kota Lama menawarkan pemandangan gedung-gedung tua dan bersejarah dengan arsitektur khas Eropa. Misalnya seperti Gereja Blenduk, Gedung Asuransi Jiwasraya, Gedung Bank Mandiri Mpu Tantular, Gedung Oudetrap, Gedung De Spiegel, Marba, dan masih banyak lainnya. Pasalnya, pada masa kolonial Belanda, kawasan Kota Lama pernah dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan. Pada masa itu, Kota Lama Semarang dikenal dengan nama de Europeesche Buurt. 

Sejarah Kota Lama Semarang berawal dari kesepakatan antara Kerajaan Mataram Islam dengan pihak Belanda yang diwakili VOC. Semarang, yang merupakan kota pelabuhan berbasis ekonomi perdagangan, membuat VOC tertarik untuk menguasainya, bersama dengan pelabuhan-pelabuhan lain di sepanjang pesisir utara Jawa. Keinginan VOC tersebut mendapat momentum pada paruh kedua abad ke-17, ketika Kerajaan Mataram Islam kewalahan menghadapi pemberontakan Trunojoyo dari Madura. VOC mengaku bersedia membantu Kerajaan Mataram Islam menghadapi pemberontakan Trunojoyo. Namun, Kerajaan Mataram Islam diharuskan untuk menyerahkan Semarang sebagai imbalan atas bantuan VOC tersebut. Kesepakatan antara Kerajaan Mataram Islam dengan VOC pun terjadi pada 15 Januari 1678. 



Komentar